Jumat, 01 Februari 2013

LUTFI HASAN ISHAQ PRESIDEN PKS = MENAMBAH KOLEKSI RUTAN GUNTUR



Bila Presiden PKS
Tergoda Daging
Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS ditangkap KPK. Diduganmenerima fee atas janjinya melicinkan penambahan kuota impor daging beku PT Indoguna Utama.

Pemandangan malam itu mungkin tidak sanggup dilihat para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Luthfi Hasan Ishaaq, sang presiden partai, dikawal sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar dari kantor DPP PKS, Jl. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia dibawa ke kantor komisi antikorupsi untuk diperiksa sebagai tersangka.
Sebelumnya, pada Rabu 30 Januari 2013 itu, bersama pemimpin teras partai seperti Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta, Luthfi menggelar jumpa pers yang didahului rapat tertutup. Ia menampik terlibat kasus suap impor daging sapi. Suasana sudah tegang, sebab penyidik KPK yang dipimpin Kompol Novel Baswedan, ditambah intel, sudah ‘berkeliaran’ di kantor DPP PKS. Tim Novel memang sudah mencari-cari Luthfi selama kurang lebih 24 jam. Penyidik sempat dibuat pusing. Rabu siang mereka sudah menyambangi kantor DPP partai berlambang bulan sabit itu, namun tak menemukan batang hidung Luthfi. Mereka lalu melacak ke rumah ketiga istri Luthfi, di Kalimalang, Kalibata, dan Kebagusan, Jakarta. Masih juga nihil. “Kata orang KPK, istri satu saja susah (mencari tersangka) apalagi ini tiga hehehe…” ujar seorang sumber majalah detik yang sempat ditanyai penyidik KPK tentang keberadaan Luthfi. Pengacara Luthfi, M. Assegaf, membantah kliennya menyembunyikan diri. Selama sehari penuh, Rabu itu, Luthfi menggelar rapat di DPP PKS. Namun seorang Satpam DPP PKS mengatakan, Luthfi baru dating pada malam hari. “Nggak mungkin dia lari,” ujar Assegaf kepada majalah detik. Toh, penyidik akhirnya berhasil memboyong Luthfi menjelang hari berganti atau sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelum masuk ke mobil KPK Kijang Innova B 1031 UFS, seorang kader PKS berlari menerobos kerumunan dan menyalami Luthfi. “Doakan saja ya,” ujar Luthfi kepada kadernya itu. Dugaan suap terhadap Luthfi terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap empat orang pada Selasa 29 Januari 2013, malam. Dua orang ditangkap di
Hotel Le Meridien, Jl. Sudirman pada pukul 20.20 WIB, yaitu Ahmad Fathanah dan seorang perempuan yang bukan istrinya bernama Maharany. Sedangkan dua lainnya, yakni Arby Arya Effendi dan Juard Effendi dari PT Indoguna Utama dicokok di rumah mereka di Cakung.
Transaksi suap itu terjadi di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada pagi hari. KPK kemudian membuntuti Fathanah ke Meridien. Sumber majalah detik membisikkan Fathanah ditangkap saat sedang bercumbu di dalam kamar hotel dengan mahasiswi salah satu PTS di Jaksel itu. Namun Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan mereka ditangkap di lift hotel. Barang bukti Rp 1 miliar disita. Rp 10 juta sudah di kantong Maharany. Mereka seluruhnya digelandang ke KPK malam itu juga dan diperiksa maraton di lantai 6. Sekitar pukul 02.30 WIB, KPK melepaskan Maharani. Gadis yang mengenakan rok mini ketat itu meninggalkan kantor KPK dengan menumpang taksi. “Wanita itu tak ada hubungannya dengan kasus yang kita selidiki,” ujar Johan.
Menurut sumber di KPK, suap sebesar Rp 1 miliar itu diduga merupakan fee untuk Luthfi atas upayanya mendapatkan tambahan jatah impor sapi bagi Indoguna. Indoguna adalah pemain lama dalam bisnis itu. Tahun 2011, perusahaan itu masuk daftar hitam setelah ditemukan 51 kontainer daging beku tanpa Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua perusahaan yang terafiliasi dengan Indoguna, yaitu PT Cahaya Karya Indah dan PT Surya Cemerlang Abadi juga di-blacklist. Namun, mereka kembali mendapatkan izin impor setelah mematuhi sanksi yang diberikan. Tahun 2013 ini, Indoguna mendapat jatah
2.995 ton daging sapi beku untuk industri dan 445 ton untuk katering, restoran serta hotel. Nah, kabarnya, Indoguna menginginkan agar jatah impornya ditambah menjadi 8.000 ton.
Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI), Thomas Sembiring menduga penambahan itu sengaja diminta karena kuota Indoguna sangat kecil, sementara gudangnya di Pondok Bambu saja sangat luas. “Karyawannya juga banyak,” ucapnya. Informasi yang dikumpulkan majalah ini menyebutkan, dari 8.000 ton daging impor, setiap kilonya, Luthfi akan mendapatkan fee sebesar Rp 5.000. Sehingg apabila dijumlah, uang yang disediakan untuk dirinya sekitar Rp 40 miliar. “Rp 1 miliar itu hanya DP istilahnya,” Indoguna meminta bantuan Luthfi untuk melobi Kementerian Pertanian selaku penanggung jawab kuota impor. Luthfi dinilai punya pengaruh di Kementan. Sebab, kementerian itu dipimpin oleh Suswono, yang merupakan kolega Luthfi di PKS. Uang diberikan melalui Fathanah. Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu semula diduga merupakan asisten pribadi Luthfi. Namun, hal itu dibantah oleh pengacara Luthfi, Zainuddin Paru. “Dia adalah pengusaha importir daging,” ungkap Zainuddin.
Yusuf Supendi, pendiri PKS, yang pada waktu itu masih bernama Partai Keadilan, tidak merasa kaget atas penangkapan dan penetapan Luthfi sebagai tersangka kasus suap impor daging. Sebab, cawe-cawe PKS dalam bisnis itu sudah lama terdengar dan melibatkan para elite PKS, termasuk Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin. Bisnis itu untuk kepentingan partai dan pribadi.
“Saya sudah memperingatkan agar Hilmi tidak ikut berbisnis, karena Muraqib Aam (pemimpin tertinggi) dilarang berbisnis,” kata Yusuf. Namun sejumlah elite PKS dan Suswono sendiri menyangkal tudingan itu. Suswono mengaku sejak lama ia mewanti-wanti jajarannya di Kementan agar tidak terkena intervensi dari luar dalam urusan impor daging sapi. Terlebih, bila ada importir daging yang berasal dari PKS. “Itu nggak akan diladeni,” kata Suswono. Kasus suap terhadap Luthfi itu menurutnya aneh. Sebab, pembagian alokasi kebutuhan daging itu sudah ditetapkan
bersama-sama antarkementerian. Ia sendiri sudah tak menyetujui penambahan kuota dari yang disetujui sebanyak 80 ribu ton tahun 2013. Sikap itu disampaikan kepada Kementerian Ekonomi tertanggal 23 Januari 2013 lalu. Suswono juga membantah kabar dia menelepon Luthfi sebelum terjadinya penyerahan uang suap. Sebagai sesama pengurus PKS, ia mengakui memang sering menelepon Luthfi. Namun, tak pernah ada pembicaraan tentang impor daging sapi. “Makanya, saya juga bingung, ada apa di balik ini?” ucapnya sambil mengatakan siap apabila dipanggil KPK.
Assegaf belum mau bicara banyak mengenai materi kasus Luthfi. Pun, dalam pemeriksaan pertama, pertanyaan belum menyentuh ke pokok perkara. “Pemeriksaan juga ditunda, karena Pak Luthfi ngantuk, belum tidur,” katanya. PKS boleh saja ramai-ramai membantah. Namun, sepak terjang Luthfi sudah dipantau KPK sejak lama. Bahkan, disebut-sebut, Luthfi adalah salah satu orang yang dilaporkan oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam ke KPK tahun lalu. Dipo saat itu melaporkan ada tiga kementerian yang terindikasi korupsi, salah satunya Kementan.
KPK pun terus menggeber kasus suap ini. Sejak Selasa, beberapa tempat digeledah. Antara lain kantor Indoguna, apartemen Fathanah di Depok, dan Dirjen Peternakan Kementan. Bahkan, kantor DPP PKS pun tak luput dari penggeledahan itu. Dan pada Kamis 31 Januari 2013 sore, Luthfi resmi ditahan oleh KPK di Rutan Guntur.

Sabtu, 26 Januari 2013

Quick Count - Real Count = SAYANG IS THE BEST...



Quick Count - Real Count

Ketika kertas suara terakhir dicoblos saat itu pulalah komposisi persentase suara para peserta pemilu sudah ada, lengkap dengan urut-urutannya mulai dari siapa meraih persentase terbanyak sampai siapa paling sedikit. Dengan demikian siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya sudah ada pada saat itu juga.

Yang dibutuhkan selanjutnya hanyalah menghitung satu demi satu surat suara. Tak peduli kemampuan kita untuk menghitung 6 juta lembar surat suara makan waktu satu jam atau satu minggu, komposisi persentase suara tidak akan berubah. Berapa suara untuk si IA, berapa untuk si SAYANG, berapa untuk si GARUDANA, dan berapa suara yang batal, serta berapa kertas suara yang tidak terpakai, tidaklah berubah.

Jika surat-surat suara yang sudah dihitung tadi dikumpul kembali, dikocok-kocok, lalu dihitung ulang, maka niscaya komposisi perolehan suara tetap akan sama dan identik dengan penghitungan pertama tadi. Tak peduli seberapa lama surat-surat suara tersebut dihitung satu persatu.

Katakan misalnya, suara si IA persentasenya 30%, suara si SAYANG 50%, dan si GARUDANA 15%, serta suara batal/rusak 5%. Maka komposisi ini tetap akan sama, baik pada perhitungan pertama maupun perhitungan kedua.

Sekarang mari kembali kita kumpulkan surat-surat suara itu pada suatu wadah lalu kita kocok-kocok lagi. Lalu sambil tutup mata, dari antara 6 juta lembar surat suara itu kita ambil 1 surat suara. Kira-kira suara untuk siapa gerangan yang kita ambil itu? Teori peluang (diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Umum) mengatakan: kemungkinan suara itu untuk si IA adalah 30%, kemungkinan untuk si SAYANG adalah 50%, kemungkinan untuk si GARUDANA adalah 15%, dan kemungkinan surat suara itu rusak/batal adalah 5%.

Nah, semakin banyak sampel surat suara yang kita ambil, lalu kita kelompokkan berdasarkan suara itu untuk siapa (IA, SAYANG, GARUDANA, atau rusak), maka persentase yang terbentuk komposisinya akan semakin mendekati 20 : 50 : 15 : 5. Dalam kalimat sederhana: semakin banyak sampel kita ambil, hasilnya semakin persis dengan kondisi sebenarnya (tingkat kesalahan hitung atau "error" rendah). Sebaliknya, semakin sedikit sampelnya, maka hasilnya tidak begitu persis dengan kondisi sebenarnya (tingkat error tinggi).

Anda mau tahu hasil pemilu gubernur dengan cepat, hanya dalam hitungan 3-4 jam setelah pemungutan suara? Gampang. Tinggal ambil sampel dari sejumlah tertentu TPS. Boleh anda pilih secara acak dengan syarat tersebar merata di semua kabupaten/kota. Semakin banyak sampel semakin rendah tingkat salah hitung anda. Beruntungnya, menurut ilmu statistika, 300 - 400 titik sampel sudah memadai untuk mendapatkan gambaran utuh komposisi suara. Tetap ada error, tetapi batasnya (margin-nya) sangat kecil (kisaran 1 - 3%). Kalau anda menghitung dengan cara ini, anda baru saja melakukan yang namanya Quick Count (hitung cepat). Disebut "cepat" karena waktu yang dibutuhkan untuk menghitung tentunya jauh lebih sedikit dibanding kalau kita harus menghitung keseluruhan surat suara satu demi satu.

Bagaimana dengan Real Count (hitung nyata, dalam arti nyata-nyata menghitung satu demi satu)? Tidak perlu dijelaskan lagi saya kira, karena ya itu tadi: mencacah surat suara 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,....dan seterusnya sampai lembar suara terakhir sambil memetakan kertas suara ini untuk siapa, kertas suara itu untuk siapa apakah untuk si IA, SAYANG, GARUDANA, atau rusak.

Keuntungan Real Count adalah bahwa suara tersebut suara nyata. Tetapi, komposisi persentase suara akan berfluktuasi tinggi. Jika si IA pada hari ini posisi suara terkumpulnya 50% relatif terhadap jumlah data yang masuk, besok bisa jadi persentase menurun drastis menjadi 30%. Lusa bisa jadi 40 atau bahkan tinggal 10% saja.

Sementara pada Quick Count, hanya pada menit-menit pertama saja komposisi persentase suara berfluktuasi. Semakin mendekati 100% sampel data masuk, semakin stabil pula persentase suara yang didapatkan. Jika si SAYANG sudah mendapat di atas 50% suara misalnya, dan sampel data masuknya sudah di atas 90%, maka sangat kecil kemungkinan raihan suara si SAYANG ini akan turun jauh atau melonjak tinggi dari angka persen 50. Dan apabila raihan para pesaingnya terpaut lebih dari tetapan margin of error di bawahnya (pasti di bawah, tidak mungkin di atas -sebuah aksioma), maka dapat dipastikan si SAYANG adalah pemenang pemilu.

Sesungguhnya Quick Count adalah anak kandung Real Count. Ibaratnya: DNA keduanya punya pertalian yang sangat erat tetapi tidak sepenuhnya identik. Teramat jarang hasil Quick Count sama persis (identik) dengan Real Count, tetapi yang pasti hasil Quick Count hanya akan berselisih kecil dengan Real Count. Rentang selisihnya itu yang disebut margin of error.

Quick Count sangat bisa diandalkan untuk mendapat gambaran kisaran komposisi persentase suara antar peserta. Tetapi, Quick Count tidak bisa sepenuhnya menjamin siapa yang jadi urutan pertama dan siapa yang kedua. Jika raihan antar 2 peserta berselisih lebih kecil dari margin of error, maka pemenang sejati benar-benar harus menunggu Real Count. Namun, jika selisih suara Quick Count antara urutan pertama dan kedua di atas angka margin of error, maka Quick Count bisa diandalkan untuk dijadikan dasar untuk menyelamati Gubernur-terpilih.

Dari 5 lembaga yang melakukan Quick Count Pilgub Sulsel 22 Januari 2013 lalu, semuanya menempatkan Pasangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang di urutan pertama dengan raihan suara 52-54%. Urutan berikutnya meraih suara pada kisaran 40-42%. Margin of Error tidak besar, hanya 3% (dan memang tidak boleh besar, kalau besar berarti error count/salah hitung).

SELAMAT BUAT SEMUA PENDUKUNG SAYANG – SELAMAT BUAT MASYARAKAT SULAWESI SELATAN…

Quick Count - Real Count = SAYANG IS THE BEST...



Quick Count - Real Count

Ketika kertas suara terakhir dicoblos saat itu pulalah komposisi persentase suara para peserta pemilu sudah ada, lengkap dengan urut-urutannya mulai dari siapa meraih persentase terbanyak sampai siapa paling sedikit. Dengan demikian siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya sudah ada pada saat itu juga.

Yang dibutuhkan selanjutnya hanyalah menghitung satu demi satu surat suara. Tak peduli kemampuan kita untuk menghitung 6 juta lembar surat suara makan waktu satu jam atau satu minggu, komposisi persentase suara tidak akan berubah. Berapa suara untuk si IA, berapa untuk si SAYANG, berapa untuk si GARUDANA, dan berapa suara yang batal, serta berapa kertas suara yang tidak terpakai, tidaklah berubah.

Jika surat-surat suara yang sudah dihitung tadi dikumpul kembali, dikocok-kocok, lalu dihitung ulang, maka niscaya komposisi perolehan suara tetap akan sama dan identik dengan penghitungan pertama tadi. Tak peduli seberapa lama surat-surat suara tersebut dihitung satu persatu.

Katakan misalnya, suara si IA persentasenya 30%, suara si SAYANG 50%, dan si GARUDANA 15%, serta suara batal/rusak 5%. Maka komposisi ini tetap akan sama, baik pada perhitungan pertama maupun perhitungan kedua.

Sekarang mari kembali kita kumpulkan surat-surat suara itu pada suatu wadah lalu kita kocok-kocok lagi. Lalu sambil tutup mata, dari antara 6 juta lembar surat suara itu kita ambil 1 surat suara. Kira-kira suara untuk siapa gerangan yang kita ambil itu? Teori peluang (diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Umum) mengatakan: kemungkinan suara itu untuk si IA adalah 30%, kemungkinan untuk si SAYANG adalah 50%, kemungkinan untuk si GARUDANA adalah 15%, dan kemungkinan surat suara itu rusak/batal adalah 5%.

Nah, semakin banyak sampel surat suara yang kita ambil, lalu kita kelompokkan berdasarkan suara itu untuk siapa (IA, SAYANG, GARUDANA, atau rusak), maka persentase yang terbentuk komposisinya akan semakin mendekati 20 : 50 : 15 : 5. Dalam kalimat sederhana: semakin banyak sampel kita ambil, hasilnya semakin persis dengan kondisi sebenarnya (tingkat kesalahan hitung atau "error" rendah). Sebaliknya, semakin sedikit sampelnya, maka hasilnya tidak begitu persis dengan kondisi sebenarnya (tingkat error tinggi).

Anda mau tahu hasil pemilu gubernur dengan cepat, hanya dalam hitungan 3-4 jam setelah pemungutan suara? Gampang. Tinggal ambil sampel dari sejumlah tertentu TPS. Boleh anda pilih secara acak dengan syarat tersebar merata di semua kabupaten/kota. Semakin banyak sampel semakin rendah tingkat salah hitung anda. Beruntungnya, menurut ilmu statistika, 300 - 400 titik sampel sudah memadai untuk mendapatkan gambaran utuh komposisi suara. Tetap ada error, tetapi batasnya (margin-nya) sangat kecil (kisaran 1 - 3%). Kalau anda menghitung dengan cara ini, anda baru saja melakukan yang namanya Quick Count (hitung cepat). Disebut "cepat" karena waktu yang dibutuhkan untuk menghitung tentunya jauh lebih sedikit dibanding kalau kita harus menghitung keseluruhan surat suara satu demi satu.

Bagaimana dengan Real Count (hitung nyata, dalam arti nyata-nyata menghitung satu demi satu)? Tidak perlu dijelaskan lagi saya kira, karena ya itu tadi: mencacah surat suara 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,....dan seterusnya sampai lembar suara terakhir sambil memetakan kertas suara ini untuk siapa, kertas suara itu untuk siapa apakah untuk si IA, SAYANG, GARUDANA, atau rusak.

Keuntungan Real Count adalah bahwa suara tersebut suara nyata. Tetapi, komposisi persentase suara akan berfluktuasi tinggi. Jika si IA pada hari ini posisi suara terkumpulnya 50% relatif terhadap jumlah data yang masuk, besok bisa jadi persentase menurun drastis menjadi 30%. Lusa bisa jadi 40 atau bahkan tinggal 10% saja.

Sementara pada Quick Count, hanya pada menit-menit pertama saja komposisi persentase suara berfluktuasi. Semakin mendekati 100% sampel data masuk, semakin stabil pula persentase suara yang didapatkan. Jika si SAYANG sudah mendapat di atas 50% suara misalnya, dan sampel data masuknya sudah di atas 90%, maka sangat kecil kemungkinan raihan suara si SAYANG ini akan turun jauh atau melonjak tinggi dari angka persen 50. Dan apabila raihan para pesaingnya terpaut lebih dari tetapan margin of error di bawahnya (pasti di bawah, tidak mungkin di atas -sebuah aksioma), maka dapat dipastikan si SAYANG adalah pemenang pemilu.

Sesungguhnya Quick Count adalah anak kandung Real Count. Ibaratnya: DNA keduanya punya pertalian yang sangat erat tetapi tidak sepenuhnya identik. Teramat jarang hasil Quick Count sama persis (identik) dengan Real Count, tetapi yang pasti hasil Quick Count hanya akan berselisih kecil dengan Real Count. Rentang selisihnya itu yang disebut margin of error.

Quick Count sangat bisa diandalkan untuk mendapat gambaran kisaran komposisi persentase suara antar peserta. Tetapi, Quick Count tidak bisa sepenuhnya menjamin siapa yang jadi urutan pertama dan siapa yang kedua. Jika raihan antar 2 peserta berselisih lebih kecil dari margin of error, maka pemenang sejati benar-benar harus menunggu Real Count. Namun, jika selisih suara Quick Count antara urutan pertama dan kedua di atas angka margin of error, maka Quick Count bisa diandalkan untuk dijadikan dasar untuk menyelamati Gubernur-terpilih.

Dari 5 lembaga yang melakukan Quick Count Pilgub Sulsel 22 Januari 2013 lalu, semuanya menempatkan Pasangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang di urutan pertama dengan raihan suara 52-54%. Urutan berikutnya meraih suara pada kisaran 40-42%. Margin of Error tidak besar, hanya 3% (dan memang tidak boleh besar, kalau besar berarti error count/salah hitung).

SELAMAT BUAT SEMUA PENDUKUNG SAYANG – SELAMAT BUAT MASYARAKAT SULAWESI SELATAN…

Selasa, 08 Januari 2013

Kisah Perempuan Gila Pesta, Masuk Islam dan Pakai Jilbab



Kisah Perempuan Gila Pesta, Masuk Islam dan Pakai Jilbab
"Islam mengajarkan kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu."

Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab (Daily Mail|Shoot the Living)
VIVAnews - Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama.

Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim  kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.

"Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria," kata dia. "Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda."

"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis."

Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan, jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews.

Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya.

Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. "Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa."

Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. "Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual," kata dia seperti dilansir Daily Mail.

Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan.

Tak ada paksaan dalam beragama

Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.

Seperti halnya dirinya. "Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas," kata dia. "Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam."

Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. "Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah." (umi)